Apa itu Cinta?


Coba tebak, apa itu cinta? Aku buta padanya, karenanya disini aku bertanya. Mungkin, disana ada jawaban. Karena kupastikan disini tidak

Pukul 00.00. Angka kosong yang menandakan ‘seharusnya’ aku harus mengosongkan hariku. Tidur. Itu yang diminta oleh waktu. Namun nyatanya aku masih terjaga oleh bualan omong kosong pada salah satu tanda pubertas yang tengah melandaku. Cinta.

Aku berharap definisi yang tertulis pada teori di beberapa halaman buku percintaan ataupun artikel yang kucari di jejaring sosial mampu membuat makna yang mudah untuk dimengerti dari paduan 5 huruf itu. Aku berharap definisi dan teori itu mampu membantuku mengimplementasi kisah cinta dengan baik dalam hidupku. Nyatanya, definisi hanya sebatas tulisan. Dan disini aku. Terseok-seok menghadapi dampak dari hadirnya 5 huruf itu dalam ceritaku.

Aku mulai dengan, diriku yang genap 20 tahun ini belum pernah pacaran.

Selesai.

Belum-belum. Masih ada lanjutannya.

Mungkin, bagi kalian yang tinggal di pesantren ataupun daerah tsanawiyah yang penuh dengan dzikir pagi petang akan menganggap hal tersebut wajar dan tidak ada yang salah jika belum punya pacar. Toh, dosa juga. Ya kan? Nyatanya disinilah duniaku. Duniaku yang sejak SD selalu menjadi primadona bagi kaum Adam bermata buaya itu.

Aku tidak bilang wajahku cantik bagai bidadari, tidak juga bilang bahwa attitude-ku sangat high class yang membuat laki-laki klepek-klepek pada bahasa, bau, dan ukiran senyum di bibir. Tidak, aku hanya upik abu. Sama seperti kalian. Nyatanya, disini bagi beberapa insan aku lebih dari sekedar upik dan abu.

Beberapa orang bilang, aku pakai susuk. Maksudku, kalian tau barang haram itu kan? Aku tinggal di perkotaan dan jauh dari tahayul. Namun, kenapa di setiap jenjang pendidikanku selalu saja teman terdekatku menanyakan “Lo pakai susuk ya?”. Sesuatu yang aneh, namun nyata.

Bisa kukatakan, kisah cintaku rumit. Dengan kenyataan sejak SD sering kali di 
tembak, dibuat baper, disanjung dan dipuja tidak juga mampu membuatku berhasil meraih pria idamanku. Kalian bisa katakan aku jual mahal. Namun nyatanya, disini, aku tidak menjual apapun. Sama sekali tidak.

Diriku yang bisa dibilang freak ini memang memiliki hidup sedikit unik. Orang bilang bagai drama korea. Namun, sulit kuceritakan semuanya mengingat kisah di hari-hariku sangat banyak dan bagus-bagus semua :D. Kan kuceritakan sepotong-potong. Pelan-pelan.

Aku tidak jual mahal sama sekali pada cowok. Diriku memang susah untuk bersosialisasi. Susah percaya pada orang lain. Susah berinteraksi dengan laki-laki. Aku merasa, setiap kali berinteraksi dengan lawan jenis akan ada permasalahan yang muncul. Jarang sekali diriku tidak terlibat masalah kala berinteraksi dengan cowok. 

Satu-satunya jenis cowok yang mampu membuatku nyaman, Ialah mereka yang sedikit ‘melambai’. Namun, nyatanya aku sayang pada jenis cowok ini. Mereka yang mampu membuatku sadar bahwa cowok gak semuanya buruk.

Sulitnya jadi aku. Aku menaruh rasa pada cowok dimulai dari sejak SD. 3 kali aku pernah terlibat dalam rasa suka pada lawan jenis selama 20 tahun ini. Hanya 3. Betapa pelitnya bukan? Namun faktanya, setia ternyata menjadi sifatku yang selanjutnya diantara sifat-sifat lainnya. Biasanya, setiap menyukai seseorang minimal aku akan tetap suka dan kagum padanya kurang lebih 3 hingga 5 tahun. Mantap.

Aku tidak tahu mau bilang apa pada tulisanku ini. Yang jelas, aku sedang suka pada seseorang. Dan hebatnya, aku selalu suka pada cowok yang gak genah. Biar kukatakan, sejak SD orang yang berani bilang suka hingga menembakku adalah mereka yang meraih peringkat kelas hingga sekolah. Selalu seperti itu. Nyatanya, aku tidak pernah tertarik pada mereka. gila bukan? Kurasa iya.

Aku selalu menyukai laki-laki yang kata orang ‘salah’. Bukan lelaki yang terbaik untukku kata mereka. namun, kenapa bisa?

Ini yang ingin kucari dari definisi cinta. Aku ingin tahu, apakah dalam kisah cinta ada penyakit juga? Menolak laki-laki hebat dan mapan demi laki-laki busuk, jahat, dan buaya?

Sampai saat ini, aku belum menemukan jawabannya. Dan ini menyebalkan

-riska, jatuh cinta yang keempat di usia 20 tahun


No comments:

Post a Comment

Him

Menyukai lawan jenis itu menyakitkan, ya? Tidak ada yang salah, tidak ada masalah Namun rasanya hari bisa begitu sesak hingga sulit bern...