Mimpi




Aku punya pengalaman misterius dengan mimpi. Seakan cerita yang kuceritakan pada orang lain mengenai mimpiku saat tidur adalah sebuah mimpi bagi orang lain. Sebuah fantasi yang diimajinasikan di banyak cerita buatan para penulis. Sebuah gambaran cerita yang dieluhkan untuk disimak, dan kemudian di remake sesuka hati.
Namun, pada kenyataannya memang begitu mimpiku. Sesuatu yang kurang lebih impossible dan sulit kuceritakan.
Aku mulai dengan, pengalaman mimpiku yang sejak SD memiliki rumah di alam mimpi. Rumah disini adalah tempatku menetap. Maksudku, kalian tahu definisi rumah, bukan?. Dan disinilah aku pada mimpiku. Terkadang, di beberapa malam aku berkunjung kesana. Rumahku bagus dan tingkat. Namun dalam tiap tingkatannya ada beberapa ruang rahasia yang penuh lika-liku jalan lorong untuk sampai ke ruang rahasia lainnya. Aku tahu persis detail perjalanan rumahku yang telah terbangun sejak aku berada di sekolah dasar. Dan baru-baru ini, di usiaku yang telah menginjak 20 tahun aku berkunjung kembali kesana.
Aku tidak bisa menceritakan detail rumahku, karena sejujurnya cukup sulit menggambarkan bangunan yang menjadi ruang singgahku di alam mimpi tersebut. Yang jelas, disana aku tidak sendiri. Ada keluargaku yang turut kumimpikan dalam tidur. Sudah beberapa kali aku kesana, dan rasanya.... sangat indah.
Rumahku di alam mimpi terdiri dari 3 tingkat, tingkat pertama yang paling kuingat adalah ruang tamu dan dapur dimana untuk menuju dari satu tempat ke tempat lain biasanya aku melewati gang sempit dan beberapa pernak-pernik perabot rumah tangga yang semuanya serba terbuat dari kayu jati. Bahkan, di tingkat pertama tersebut juga menggunakan pondasi dari kayu. Di sisi dekat dengan dapur, tepatnya di belakang rumah terdapat kolam berenang dan sepetak taman. Selain itu, di dalam rumah pojok dapur ada ruang rahasia yang pernah sekali aku dimarahi mamah karena berusaha pergi kesana. Mamah bilang itu ruangan nenek which is nenekku telah meninggal sejak aku kelas 3 SD.
Di tingkat 2 pada rumah mimpiku tersebut terdiri dari banyak kamar yang sejujurnya baru kusinggahi saat aku duduk di bangku SMA. Sebelumnya, aku hanya berkunjung di dapur serta halaman belakang rumah. Aku baru bisa menuju ke lantai 2 sekitar 3 tahun yang lalu. Dan yang paling kuingat adalah kamar mamaku yang sangat luas namun banyak terpasang patung di dinding kamar.
Beberapa hari yang lalu, aku berkunjung lagi ke tingkat 2 dari rumah mimpiku. Aku bermain bersama kerabat dan keluarga seakan memang itulah rumah kami. Aku tidak tahu bagaimana menceritakannya. Seakan ceritaku hanyalah bagian dari bunga tidur semata. Jika aku menjadi kalian yang membaca atau mendengar cerita seperti ini, aku pasti juga akan berfikir demikian, atau lebih tepatnya yang akan ada di benakku adalah ‘ni orang ngarep bet punya rumah bagus sampe kebawa mimpi’. Mungkin, reaksi tersebut yang paling pas untuk menjawab ceritaku. Namun, kenyataannya aku telah mengunjungi rumah tersebut sejak kecil, which is aku beberapa kali bermimpi pada tidurku dimana latar kejadian mimpi tersebut adalah di rumah mimpiku itu. Selain itu, tiap bermimpi di rumah tersebut aku merasa ‘biasa’, aku merasa bahwa tidak ada yang spesial dengan berjalan ataupun bermain di rumah itu. Layaknya rumahku, yang telah kuhuni bertahun-tahun.
Adakah yang punya mimpi serupa? Mimpi dengan tempat yang sama? Mungkin sebagian dari kalian ada yang memiliki sepertiku. Namun, rumah di mimpiku tidak pernah ada di kehidupan nyataku selama ini. Rumah itu bukan bagian dari pengalaman hidupku, bukan pula rumah impianku di masa depan kisah nyataku kelak. Rumah itu telah ada sejak aku pertama kali bermimpi berkunjung kesana, dan masih berdiri sampai sekarang.
I feel like, my dream is better than my life L

No comments:

Post a Comment

Him

Menyukai lawan jenis itu menyakitkan, ya? Tidak ada yang salah, tidak ada masalah Namun rasanya hari bisa begitu sesak hingga sulit bern...