Anxiety


“aku berharap tidak ada lagi aku. Tidak ada lagi kepura-puraan tuk menjadi sesuatu yang bahkan tidak ingin ada aku disitu. Aku berharap, penderitaan yang kasat mata ini segera berakhir. Ntah diakhiri dengan cara paksaan, atau ada keajaiban yang mungkin terjadi”

Ntah bagaimana aku menjelaskannya. Aku merasa diriku tidak berguna. Sefrustasi itu pada hidup sendiri. Aku merasa banyak sekali dilanda kebingungan pada sesuatu. Pada iri, dengki, dan tanpa syukur kala melihat hidup orang lain yang jauh diatasku.
Aku berharap ada keajaiban. Aku berharap malaikat dua disampingku mampu memohon pada Tuhan untuk menolong hamba yang mereka ikuti kemanapun. Aku berharap malaikat di kanan bisa mengasihani-ku dan merengek pada Tuhan untuk menolongku.

Namun, kenyataannya hanya ada aku.

Aku gila. Aku meminta pada Semesta untuk menyelamatkanku dari semua jenis kegilaan ini. Aku tidak bercanda ketika mengetik kalimat ini. Tulisan yang tengah kalian baca adalah dari seorang mahasiswi yang memang sedang dilanda penyakit jiwa nan akut. Belum sampai tahap gila, tapi bisa kupastikan telah ditahap hampir.
Aku memohon diriku lebih berguna pada waktu. Namun rasa-rasanya waktu juga turut memusuhiku. Aku berharap Tuhan mampu menolong, namun hingga detik ini Tuhan belum juga menjawab doaku. Aku memohon, benar-benar memohon. Tolong aku.

Aku tidak tahu ingin berkata apa. Aku berharap ada keajaiban yang menjemputku. Atau mungkin dibiarkan diriku hingga gila yang menjemput.

_Riska, hampir gila

No comments:

Post a Comment

Him

Menyukai lawan jenis itu menyakitkan, ya? Tidak ada yang salah, tidak ada masalah Namun rasanya hari bisa begitu sesak hingga sulit bern...