Aku Mati tadi di Mimpi




2 hari yang lalu mimpiku berulah. Seperti yang kukatakan, aku punya pengalaman misterius dengan alam mimpi. Seakan setengah hidupku ada disana, dan yang ada disini; di muka bumi saat ini adalah aku yang setengahnya lagi. Masuk akal, kah? Kurasa tidak.

Aku mimpi aku mati. Bahasa manusiawinya aku mimpi aku meninggal. Mimpi ini terjadi di pagi hari. Ya, duniaku sering kali terbalik. Bangun malam, tidur pagi. Dan di mimpi itu, aku mengalami sakaratul maut. Tubuhku mengejang, seperti di tarik ke atas menuju ubun-ubun di kepala, lantas setelahnya aku keluar dari badan. Lebih tepatnya jiwaku meninggalkan badanku yang sedetik kemudian dapat kulihat badanku tergeletak di atas kasur. Anehnya, seseorang yang pertama kali menyadari kematianku dan menangis diatas kepalaku adalah Uni, alias kakak perempuanku. 

Kenapa aneh? Karena di kehidupan nyata kami bagai kucing dan tikus, atau bagai anjing dan kucing, atau bagai kedua pihak yang saling berebut pada sesuatu yang fana, tidak abadi. Kami sering kali bertengkar tanpa sebab. Aku dan kakakku adalah represent dari sosok saudara yang saling bermusuhan dan tidak pernah akur layaknya di film Wimpy Kid.

Aneh bukan? Melihat kakakku menangis sejadi-jadinya di alam mimpi tersebut membuat suduh jidatku berkerut. Lalu setelahnya, Mamaku datang dan ikut menangis melihat bibirku yang mulai memutih dan badanku yang kaku. Kemudian, setelah melihat pemandangan mengerikan itu seluruh ruangan tempatku berada saat itu berubah menjadi putih. Ruangan putih tanpa ujung. Disitu aku mendengar suara, namun tidak terlihat siapa dan dari mana asalnya. Yang jelas, suara tersebut memenuhi ruangan. Suara yang kudengar sangat jelas tersebut makin lama terdengar seperti marah, hingga kusadari yang mengeluarkan suara tersebut memang sedang marah padaku.

Aku menjerit mendengarnya. Menjerit ketakutan. Aku takut, teramat takut mendengar amarah itu.

Apa yang salah ?


To be continue (re : masih mencari jawaban)

No comments:

Post a Comment

Him

Menyukai lawan jenis itu menyakitkan, ya? Tidak ada yang salah, tidak ada masalah Namun rasanya hari bisa begitu sesak hingga sulit bern...