Kata orang, hidupku
gila. Setengahnya diisi oleh fantasi dan khayalan yang tidak mungkin ada. Tidak
mungkin terjadi, dan terdengar sedikit tidak waras.
Aku punya sahabat pena.
Seseorang yang jauh jaraknya, belum pernah bertemu langsung sebelumnya, dan
ntah bagaimana bisa membuatku sangat jatuh hati padanya. Untuk diriku yang saat
ini memang tidak dekat dengan siapa-siapa, dan tidak menyukai siapa-siapa, Ia
adalah orang satu-satunya yang saat ini tengah kusuka. Tengah kuidamkan.
Aku tau ini gila, namun
kegilaan ini bagi sebagian orang bukan karena kami belum pernah bertemu atau
bukan karena dirinya yang terlampau jauh dari lokasiku saat ini. Bukan, bukan
karena itu. Orang-orang menganggapku gila lantaran dia yang menjadi sahabat
penaku adalah seseorang yang teramat penting. Seseorang yang kusebut idolaku. Idola
yang belum pernah kutemukan sebelumnya didiri orang lain, baik itu artis
ataupun public figure lainnya.
Dia di tempatku berada
tidak terlalu terkenal. Tidak banyak orang yang tau tentang dia. Dan jujur aku
juga baru mengenalnya kira-kira sejak satu setengah bulan yang lalu. Belum lama.
Namun, walau begitu rasanya seperti aku telah mengenal dia amat lama. Seakan tidak
bisa lepas dari info terbaru tentangnya. Mencari tau tentang dirinya amat dalam.
Dan mengirimkan beberapa dm dalam beberapa kesempatan. Aku tidak tau apakah
semua orang yang menjadi fans seseorang melakukan hal yang sama, namun inilah
yang kulakukan.
Dan anehnya semakin
lama aku tau tentang dia, semakin jatuh hati aku padanya. Kan kuakui bahwa aku
belum pernah mengidolakan seseorang pria sebelumnya. Mungkin hanyalah artis
ibukota yang lihai dalam aktingnya, atau merdu dalam suaranya, atau karena
indah paras wajahnya. Belum pernah kutemukan idola yang kusuka ikhlas karena dirinya.
Karena semua tentang dirinya. Tidak ada alasan apapun, tiba-tiba ngefans dan
sedalam itu. Belum pernah, hingga aku kenal dia.
Sekali lagi kusampaikan, bahwa dia yang kumaksud adalah orang terkenal. Bukan masyarakat biasa. Mau tau siapa dia? Dia adalah seorang pangeran. Pangeran yang kumaksud disini benar-benar memiliki jabatan seorang pangeran, bukan sebatas julukan yang diberikan oleh wanita yang tengah dimabuk cinta. Ia yang kuidolakan adalah pangeran, tepatnya pangeran kerajaan di negara Asia Tengah.
Aku tidak ingin menyebutkan detail nama negara tersebut, karena aku yakin akan sangat mudah kalian menebak atau menemukan siapa dia. Yang jelas, aku tahu dia dari instagramnya. Boleh kuceritakan dengan jujur asal mula aku mengidolakan pangeran itu? Jujur, pertamanya aku tidak tau dia adalah pangeran. Aku sama sekali tidak tau informasi itu karena di instagram pribadinya postingan yang ia bagikan benar-benar ‘biasa’. Layaknya manusia pada umumnya, yang kadang membagikan informasi penting, kadang juga tidak. Benar-benar sebiasa itu. Bahkan, dia sering sekali membagikan aktivitasnya di instastory miliknya. Yang membuatku kagum pada sosmednya itu adalah karena ketampanannya. Benar-benar sedalam itu aku menyukai wajahnya. Jika kalian melihat wajahnya, akan muncul rasa tentram dan tenang seketika. Setiap kali aku sedang kesal pada dunia, ketika aku melihat fotonya aku merasa tiba-tiba rileks dan tenang. Aku tidak mengada-ngada. Wajahnya benar-benar menentramkan.
Selain wajah indah si
pangeran, nyatanya rasa sukaku tidak terbatas pada hal itu saja. Semakin kucari
tau tentang dirinya, semakin ku jatuh hati ketika tau dia teramat suka pada
berbagai jenis binatang. Sejak lama, aku memiliki hubungan yang erat dengan
para hewan. Tidak hanya hewan peliharaan seperti kucing misalnya, namun juga
hewan-hewan yang dihindari manusia seperti tikus, semut, hingga burung, orang
utan, monyet, gorila, anjing, harimau, paus, dan lumba-lumba; semua binatang
aku menyukainya. Dan ketika aku tau dia adalah pencinta binatang, semakin aku
jatuh hati padanya. Apalagi aku senang melihat video interaksi manusia dan
hewan. Melihat dirinya dalam video bermain dengan hewan merupakan barang langka
yang selalu kuputar hingga berkali-kali, seakan semakin lama bukannya semakin
jenuh malah semakin mengagumi video itu. Benar-benar sesuka itu.
Dan lagi, selain dua
hal tadi selama pencarianku tentang dia di banyak akun fanbase sang pangeran
ini, belum satupun kutemukan adanya foto atau video sang pangeran bersama
wanita. Bahkan di mbah google pun tidak pernah kutemukan isu miring tentang
dia. Yaampun, benar-benar sesempurna itu. Maksudku, untuk jenis wanita introvert yang bahkan belum pernah
memiliki hubungan serius dengan laki-laki selama 20 tahun tentunya menemukan
laki-laki dengan cerita yang sama sepertiku merupakan hal luar biasa. Seakan bisa
kupastikan kita sama-sama murni. Belum tersentuh pada cerita romantisme anak
muda yang penuh dengan drama dan tangisan bombay. Intinya, ketika aku menemukan
fakta itu rasa sukaku semakin dalam pada pangeran tersebut.
Selain suka pada
binatang, pangeranku ini juga sangat dicintai oleh rakyat di negaranya. Ia tidak
segan-segan bergaul dan berjalan di jalanan biasa bersama masyarakatnya. Benar-benar sesempurna itu. Dia representasi
dari orang kaya dan terkenal namun tetap menunduk pada bumi. Tidak sombong,
tidak pernah menunjukkan bahwa Ia adalah pangeran. Itu sebabnya diawal aku
tidak tahu menahu bahwa Ia pangeran. Bahkan, nama instagramnya pun menggunakan
nama julukan. Tidak ada satupun tanda-tanda postingannya yang menunjukkan bahwa
Ia adalah pewaris tahta kerajaan negaranya.
Selain disukai oleh
rakyat, Ia juga amat dekat dengan anak-anak. Banyak keponakannya yang masih
remaja maupun kanak-kanak yang sering bermain dengannya. Selain itu pula, di
banyak video ketika ramai wanita di negaranya ingin dekat dan berfoto dengannya
Ia menunjukkan perilaku sopan namun tidak seperti laki-laki umumnya yang sok
tebar pesona. Ia sama sekali tidak seperti itu. Ia bisa menunjukkan kalau Ia
ramah, namun tidak berusaha memberi harapan dengan sok tebar senyum atau apapun
itu. Bahkan, masih segar diingatanku pada sebuah video yang menunjukkan
reporter wanita yang tengah mendekatinya dengan baju yang cukup ketat dan saat
Ia menyadari kehadiran wanita itu didepan kamera Ia segera menunduk. Tidak ada
keinginan samasekali untuk memandang wanita tersebut. MashaAllah. Benar-benar
kagum aku pada ciptaanMu itu.
Ya, dia adalah pangeran
Asia Tengah. Islam yang taat dan mempresentasikan keislamannya dalam tindak
tanduknya. Ia menunjukkan padaku bahwa masih ada laki-laki yang mencirikan
sifat islam dalam perilakunya. Walaupun Ia masih single, namun tidak pernah
kutemukan adanya keinginan dirinya untuk tebar pesona dengan lawan jenis even Ia adalah seorang pangeran.
Aku memang tidak pernah
bertemu dengannya, apalagi bertatap muka dan berbincang-bincang. Aku tidak
kenal dia secara langsung, dan Ia bahkan tidak tau siapa aku. Namun, rasanya
berbeda. Rasanya seperti menyukai seseorang yang diidolakan. Rasanya seperti
seakan aku telah kenal Ia cukup lama. Aku percaya, pertemuan dan perkenalan
jenis apapun itu pasti telah Allah takdirkan. Walaupun perkenalanku dengannya
hanya satu pihak melalui dunia virtual akan tetapi aku percaya bahwa Allah
memperkenalkanku padanya tidak sebatas pada melihat postingannya. Ada hal yang
lain yang kurasa tiap kali aku lihat akun instagramnya. Tidak seperti public
figure yang lain, Ia adalah representasi indahnya umat versi islam. Mungkin,
seperti ini yang dirasakan para wanita ketika melihat Nabi Yusuf yang terkenal
dengan ketampanannya. Benar-benar menyejukkan dan menenangkan jiwa.
Aku tau ini gila, namun
semua ceritaku diatas baru sebatas menceritakan betapa kagumnya aku pada pangeranku.
Belum kuceritakan hal khusus yang membuatku berani menyebutnya sebagai sahabat
penaku. Yang jelas, aku bersyukur. Aku bersyukur pada Allah bahwa diriku yang
pernah sempat tidak percaya lagi dengan cowok karena pernah disakiti
sebelumnya, atau bahkan pernah menjadi wanita nakal yang meladeni laki-laki
yang mendekatiku bisa tetap menyukai seorang pria terbaik versi agamaku. Aku sempat
takut bahwa aku tidak bisa lagi suka pada orang yang ‘beres’. Aku sempat takut
bahwa lingkunganku saat ini yang agak liar dari sebelumnya membuatku lupa cara
membedakan mana cowok yang serius mana yang tidak, mana laki-laki yang baik dan
mana yang tidak. Namun, sejak aku kenal pangeran itu aku bersyukur bahwa hati
nuraniku masih benar. Aku masih menyukai laki-laki karena agamanya. Bukan hanya
wajah, namun juga akhlak yang utama.
Ini cerita ramadhan
pertamaku. Kan ku lanjut di cerita tentang sahabat penaku. Sahabat pena yang
juga idolaku. Pangeran Asia Tengah yang kini menjadi pangeran hatiku.
_Riska dan Pangeran

No comments:
Post a Comment