Di tulisanku kali
ini, aku mau coba ngomong sama diriku sendiri. Karena aku takut dikira gila
jika ketahuan ngomong sendiri, dan karena aku malu juga mau ngomong langsung
sama diri sendiri, aku akan coba ngomong sama diriku didalam tubuh ini lewat
perantara, tulisan ini.
Dear
aku...
Aku tahu, kamu
lelah. Aku gak jaga mata kamu dengan benar sehingga sekarang dia minus dan
harus terus-menerus menggunakan kacamata hanya untuk bisa melihat. Aku tahu
juga tubuh kamu lelah karena diri aku terlalu malas untuk olahraga. Aku tahu
juga kamu sering sakit-sakitan karena diri aku ini masih terlena sama nafsu
yang gak jelas.
Capek, ya jadi aku? Aku
bener-bener takut kamu yang ada dalam diriku lelah menjalani hidup. Bahkan sebelum
jatah waktuku di dunia direnggut. Aku gak mau kamu jadi gila karena fikiran
kamu aku tekan terus-menerus, memikirkan masalah yang gak kunjung selesai,
berfikir pada sesuatu yang gak harus difikirin, mengisinya dengan hal-hal
negatif. Aku takut otak kamu lelah dan berakhir gila sebelum aku tahu siapa
aku.
Aku juga takut kamu
depresi. Maafin aku yang gak bisa ngasih kamu ruang sosialisasi yang lebih
baik. kepribadian aku yang introvert ini lagi-lagi membuat aku sulit
berkomunikasi. Aku udah coba, diriku. Aku udah coba ngasih kamu teman lebih
banyak dan ruang bergaul yang lebih baik. aku udah coba buka diri untuk
berteman dengan lebih banyak jenis manusia lagi. Namun, gak semudah itu
ternyata untuk aku memahami manusia-manusia itu. Diri mereka ada juga yang
sakit, amat sakit dibandingkan kamu yang ada dalam diriku. Aku takut kamu
tertular, aku takut penyakit kamu bertambah dan masalah di fikiran kamu semakin
banyak. Aku takut membuka diri hanya karena aku tahu betapa kejamnya dunia
dengan orang-orang diluar sana.
Maafin aku, karena
aku kamu jadi dibenci orang-orang. Namun dalam kasus ini, aku sadar kamu pasti
bangga kan, diriku. Kamu dibenci bukan karena salahmu, namun karena kejahatan
orang-orang itu yang memfitnah kamu, yang menjelekkan kamu. Aku mohon maaf pada
kamu diriku, karena aku gak bisa jaga kamu.
Namun, aku mohon
dengan tulusku, tolong bertahan sedikit lagi. Aku yakin dan berjanji selepas
ini orang-orang itu akan pergi. Mereka memang datang saat ini untuk menyakiti
kamu, namun nanti akan ada masanya mereka pergi dan kamu gak perlu bertemu
mereka lagi. Aku mohon bersabarlah diriku.
Aku mohon, jangan
sedih berlarut. Aku yang disini punya kendali pada fikiran, tubuh, dan hatimu
benar-benar kesulitan dengan dunia luar. Aku ingin membahagiakan kamu, membuat
kamu sukses, membuat hati kamu tentram dan damai tanpa harus sedih di ujung
malam. Aku lagi usaha, namun semua ada masa cobaannya, kan? Kita lagi sama-sama
diuji sama Tuhan, dan kita harus kuat menjalaninya.
Aku benar-benar
minta maaf sama segala kesalahan yang aku perbuat. Aku minta maaf karena
terlalu memikirkan diri orang lain sampai lupa dengan kamu, diriku. Aku terlalu
sibuk memikirkan pendapat dan pandangan orang hingga lupa apa pendapat diriku
sendiri tentang aku. Aku benar-benar terseret di dunia luar hingga mengabaikan
kedamaian diriku.
Kali ini, aku ingin
berubah. Ingin memperbaiki apa yang salah.
Aku tahu, gak mudah
bagiku untuk membuat orang lain senang padaku. Aku tahu, gak mudah untukku
membuktikan bahwa diriku selama ini gak salah di hadapan orang-orang itu. Aku tahu,
gak mudah bagiku mengubah pandangan mereka terhadap diriku.
Namun satu yang aku
tahu, aku masih bisa merubah pandanganku terhadap aku.
Aku mau kamu tahu,
diriku. Aku gak pernah membenci kamu. Tolong berhenti menyalahi aku atas semua
kebodohan yang lalu. Aku tahu aku salah karena menyakiti hatiku, menguras air
mataku, membuat sakit otakku. Aku tahu itu salah, dan aku minta maaf karena
kesalahanku. Aku ingin, amat ingin kamu tahu, bahwa apapun yang terjadi aku
masih percaya padamu.
Aku percaya kita
bisa berubah. Masih diterima oleh Tuhan untuk bertaubat. Masih bisa memperbaiki
kegagalan yang sudah lewat, masih bisa sama-sama memperbaiki fikiran, hati, dan
penampilan agar bisa menjadi diriku yang seutuhnya.
Maafin aku yang
berusaha mengubah kamu hanya karena iri padanya. Maafin aku yang berusaha
membuat kamu meniru dia, mengubah sifatmu hingga berpura-pura seperti dia. Maafin
aku yang gak percaya denganmu sejak awal hanya karena mengagungkan manusia
diluar sana.
Aku ingin kita
berteman.
Tolong berhentilah
menangis. Aku disini akan berupaya agar sukses kita bersama datang kembali. Aku
tengah belajar, tengah berupaya walau banyak orang bilang gak mungkin. Aku tahu
kamu masih disini, nyawa kita masih didalam diri, dan aku tahu selama itu pula
Tuhan masih menjaga hingga detik ini.
Kita coba lagi ya,
diri.

No comments:
Post a Comment